This is your default message which you can use to announce a sale or discount.

Gegara Ban Becak, Pemuda 24 Tahun Pukul Ayah Kandung hingga Tewas

  • Bagikan


 

MEDAN-Seorang ayah berusia 65 tahun tewas setelah dipukul putra kandungnya tak lama setelah keduanya bertengkar, Senin .

Korban Elkana Pangaribuan, warga Lingkungan II, Kelurahan Cinta Damai, Kecamatan Medan Helvetia ini sempat dibawa ke klinik, namun nyawanya tak tertolong.

Dari informasi yang dihimpun, sebelum tewas, korban dan putranya Eqwin Pangaribuan (24) sempat adu mulut gegara ban becak. Dimana, Eqwin berniat meminjam becak yang terparkir di halaman rumah mereka, namun hal itu urung dilakukan lantaran salah satu roda becak dilepas ayahnya.

Eqwin yang tak terima merasa kesal langsung memukul ayahnya dengan tangan lalu pergi meninggalkan rumah dengan istrinya.


Kepala Lingkungan II, Herbert Sitorus menjelaskan dari keterangan warganya, mereka melihat langsung pertengkaran ayah dan anak itu. “Anaknya mau pakai becak, cuma ban becaknya diambil sama si bapak agar tidak dipakai seperti itu. Mereka terus bertengkar lalu dipukul si anak bapaknya ini, habis itu si anak pergi,” ujarnya.

Tak lama setelah dipukul, korban kembali masuk ke rumah, namun begitu di pintu korban terjatuh.

“Dibawalah ke klinik terdekat di Klinik Serasi ini. Setelah sampai di klinik si bapak sudah tewas,” jelasnya.

Kemudian kejadian ini dilaporkan ke polisi. Tak butuh waktu lama, Eqwin berhasil diamankan petugas kepolisian di Jalan Sukadono Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang.

Kanit Reskrim Polsek Medan Helvetia Iptu Suyanto Usman Nasution membenarkan pihaknya sudah menangkap si anak. Namun, soal motif sebenarnya masih dalam penyidikan. Dari info sementara, pelaku diduga baru menghirup udara bebas atau eks napi program asimilasi. “Untuk motif masih kita selidiki,” ujarnya. (nin/pojoksumut)


  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.