Semakin Luas, Begini Isi Istana Presiden Ibu Kota Negara Baru Indonesia. Permintaan Khusus Jokowi!

oleh -3 views

Istana Presiden di Ibu Kota Negara (IKN) yang baru akan diperluas. Presiden Jokowi memutuskan hal tersebut setelah mendapat saran dari desainer istana, yaitu Nyoman Nuarta.

Nyoman Nuarta terpilih menjadi desainer Istana Kepresidenan melalui sayembara yang digelar Kementerian PUPR pada awal 2021.

Presiden Jokowi pun telah bertemu dengan Nyoman Nuarta untuk membahas desain istana yang berlokasi di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur tersebut.

Selain itu, rencananya Istana Presiden yang diberi nama Istana Garuda itu akan diperluas lahannya.

Lalu, apa saja isi dari Istana Garuda?

Luas Lahan Istana Presiden di Ibu Kota Negara Baru

Sebelum mempresentasikan desainnya kepada Presiden Jokowi, Nyoman Nuarta menanyakan tentang luas lahan Istana Presiden terlebih dulu.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi menjelaskan bahwa semula luas lahan istana hanya sekira 32 hektare.

Namun, kemudian luas lahan istana di IKN Baru itu diperluas lagi menjadi 55 hektare.

Setelah menjelaskan hal tersebut, Presiden Jokowi bertanya kembali kepada Nyoman mengenai rekomendasi luas lahan.

“Pak Presiden malah tanya saya, Pak Nyoman maunya berapa luas? Saya bilang harusnya 100 hektare, masa area Istana Kepresidenan lebih kecil dari area Garuda Wisnu Kencana?” ujar Nyoman Nuarta, dalam keterangan tertulis, dikutip dari detik.com, Sabtu (8/1/2022).

Setelah pertemuan tersebut, Jokowi pun meminta Menteri PUPR untuk menambah luas lahan Istana Garuda menjadi 100 hektare.

Sebagian Besar Isi Istana Garuda Berupa Ruang Terbuka Hijau

Lebih lanjut Nyoman Nuarta menjelaskan, penambahan luas lahan Istana Garuda atau Istana Presiden dimaksudkan menambah porsi ruang terbuka hijau.

Nantinya, ruang terbuka hijau tersebut berupa hutan dan botanical garden.

Area ruang terbuka hijau ini berada di sisi kiri dan sisi kanan Istana Garuda.

Melalui perhitungan Nyoman Nuarta, luas bangunan istana mendapat porsi yang jauh lebih kecil dibanding ruang terbuka hijau.

“Nah, dalam hitungan kami, luasan area terbangun hanya delapan persen, sedangkan sisanya 92 persen berupa ruang terbuka hijau,” kata Nyoman Nuarta.

Menurut Nyoman Nuarta, konsep desain IKN di Penajam Paser Utara terbukti bertujuan menghidupkan kawasan lahan yang terbengkalai.

Pada tahap selanjutnya, Nyoman Nuarta berkoordinasi dengan Kementerian PUPR.

Agendanya adalah untuk menentukan area yang dimanfaatkan sebagai perluasan ruang terbuka hijau di kawasan IKN.

“Tanah-tanah di sekitar itu masih sangat luas. Jadi masih memungkinkan untuk menjadikannya hutan di dalam kawasan istana,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *