Punya 2 Istri, Pria Ini Malu-Malu Saat Malam Pertama : Saya Sudah Lega Dan Nyaman ..

oleh -2 views


 Pria yang merupakan warga Dusun Baturiti, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat itu mendadak jadi buah bibir.

Pasalnya Qori Akbar itu menikahi dua perempuan sekaligus di waktu dan hari yang sama.

Pada saat lagi pandemi pula.

Pernikahan pria kelahiran 10 Juni 2001 inipun lantas viral di media sosial.

Dia mengucapkan ijab kabul untuk Nur Husnul asal Desa Rambitan dan Yun Anita Nuri asal Desa Prabu, secara bergiliran.

Akad nikah disaksikan oleh wali kedua mempelai, tokoh agama, tokoh masyarakat dan sejumlah warga.

Di kutip dari Lombok Post, pernikahan dilakukan mengikuti protokol kesehatan.

Ijab kabul diawali wali dari Nur Husnul, istri pertama.

Kemudian wali dari Yun Anita Nuri, istri kedua. Semuanya lancar.

“Mahar masing-masing istri saya itu sebesar Rp 1,25 juta dan seperangkat alat salat dibayar tunai,” ujar Qori didampingi kedua istri dan Kepala Dusun (Kadus) Baturiti Lahirudin.

Buat Qori, jumlah mahar itu sebagai gambaran bahwa pernikahan yang dijalankannya adil dan merata.

Tidak ada berat sebelah dan tak ada yang dibeda-bedakan antara keduanya mempelai wanita itu.

Karena kedua istrinya sama-sama memiliki hak dan kewajiban.

“Kami pun satu rumah, tetapi beda kamar,” katanya.

Bagaimana mengatur malam pertamanya?

Qori tersenyum sembari menundukkan kepala.

Dia nampak malu menceritakannya.

Begitu pula kedua istrinya.

“Yang pasti, saya sudah lega dan sudah merasa nyaman,” ujarnya.

Saat ini, ia menjalani kehidupan layaknya pasangan pangantin baru pada umumnya.

Masih berbulan madu, berbagi kasih sayang dengan kedua istrinya.

Pertanyaan selanjutnya, mana yang paling enak masakan kedua istrinya.

“Sebagai istri, kami siap akur dan baik-baik saja,” sambung Yun Anita Nuri.

Perempuan kelahiran 15 April 2000 tersebut berjanji, siap menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing. Baik pada suami maupun istri pertama dari suaminya.

“Karena kami bekerja bersama-sama, masak bersama-sama dan makan bersama-sama. Kami bertiga kompak,” tambah Nur Husnul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.