KIPI Kaltara Jadi Industri Hijau Terbesar di Dunia, Indonesia Akan Disegani sebagai Negara Industri Baru – HotViral

oleh -3 views

Dipublikasikan pada 10 Januari 2022.

JAKARTA – 220-an lebih pengelola media di bawah jaringan Wahana Semesta Mandiri (WSM) mengikuti webinar bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, Senin (10/1).

Dalam webinar yang dipandu mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan itu, Luhut menyebut, Kawasan Industrial Park Indonesia (KIPI) di Kalimantan Utara (Kaltara) yang tengah dibangun, akan menggarap industri masa depan dengan pemanfaatan teknologi.

Ketika membuka pemaparannya, Luhut mengungkapkan, Indonesia akan menjadikan industri hijau ini sebagai yang terbesar di dunia. Menurutnya, ada dua kriteria industri yang akan berkembang di wilayah industri hijau ini.

Dibantu dua deputinya, Luhut merinci, yang pertama pengembangan industri ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah dari kekayaan bahan mentah yang dimiliki Tanah Air.

Nilai tambahnya, ungkap Luhut, akan semakin tinggi ketika diproses melalui sumber energi baru terbarukan yang dimiliki. Kemudian yang kedua, tambah Luhut, industri yang dibangun dapat menempatkan Indonesia pada posisi teratas dalam pemanfaatan teknologi ke depannya.

“Industri mobil listrik Tesla asal Amerika Serikat misalnya. Baterainya dipasok dari China, sementara China ambil bahan bakunya dari Indonresia,” kata Luhut membuka optimisme dalam webinar itu.

Ditambahkan Luhut, pengembangan industri ini disebutnya future industries atau industri masa depan. Karenanya ke depan, industri baterai yang akan dibangun di Batang dan Kaltara tidak hanya berbasis nikel.

“Tetapi juga non-nikel. Kita juga akan membangun pabrik solar panel dan precision engineering manufacturing facility,” katanya sembari menerangkan slide kepada para peserta dari Sabang sampai Merauke.

Di KIPI Kaltara rencananya juga akan dibangun teknologi terkini, seperti pabrik alumunium smelter untuk mempercepat hilirisasi dan mendukung sektor pembangunan di Indonesia.

Tidak hanya itu, beber Luhut, di Kawasan Industri Hijau juga dimanfaatkan untuk pengembangan pembangunan new energy battery. Nantinya, industri ini bisa mendukung program pemerintah meningkatkan penurunan emisi pada 2030, melalui pemakaian kendaraan listrik.

KIPI Kaltara akan dibangun di areal seluas 30 ribu hektare, usai melalui beberapa tahap pengembangan. Ada dua investor yang terlibat dalam pembangunannya, yakni dari China dan Uni Emirat Arab (UEA).

Kawasan industri hijau ini nantinya akan dilengkapi dengan sejumlah fasilitas penunjang seperti pelabuhan, bandara, hotel, dan akomodasi karyawan.

Untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM)-nya, Luhut memaparkan, telah berkoordinasi dengan Pemprov Kaltara dan Pemkab Bulungan untuk membangun Balai Latihan Kerja (BLK) .

Selain itu, KIPI sendiri sudah berkomitmen untuk membangun politeknik untuk mendidik SDM lokal, agar bisa bekerja di kawasan tersebut. “Ini penting karena jumlah penyerapan tenaga kerja pada saat proses konstruksi bisa mencapai 100 ribu dan kemudian akan turun menjadi 50-60 ribu pada saat proses operasionalnya.”

Tidak melulu soal investasi, Luhut berharap, investor ikut menggandeng mitra lokal, baik pengusaha nasional dan daerah. Sehingga ada transfer teknologi, supaya target membangun kapasitas industri nasional segera tercapai. (*/zul)

Baca Juga:

  • Habib Bahar bin Smith Dikabarkan Mengamuk di Tahanan, Kuasa Hukumnya Bilang Begini.
  • Hendak Dijenguk Anaknya, Ayah di Tegal Sudah Meninggal Terlentang di Depan TV.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.