Kronologi Pacar Bunuh Kekasih karena Ditolak Berhubungan Intim, Jasad Korban Diperkosa di Ladang Ubi

oleh -5 views

 

Foto ilustrasi

PAYAKUMBUH, BUKAMATA – Tiga bulan lalu, Alim (19) dan seorang gadis berinisial IPS (21) berkenalan lewat Facebook. Keduanya kemudian menjalin hubungan secara virtual. Lalu, sepakat bertemu untuk berkencan secara fisik.

Di dalam benak Alim, sudah muncul akal bulus. Saat bertemu nanti, dia akan menggauli pacarnya yang dua tahun lebih tua darinya itu.

Itu diungkap Kasat Reskrim Polres Payakumbuh, AKP Mochammad Rosidi, saat membeber kronologi pelaku Alim menghabisi korban IPS.

Rabu, 9 Desember 2020. IPS menerima ajakan makan malam Alim. Di sebuah rumah makan di Kabupaten Lima Puluh Kota, Payakumbuh, Sumatera Barat. Waktu menunjukan pukul 19.30, saat Alim membawa korban ke rumah makan di Medan Bapaneh, Ngalau Indah, Payakumbuh.

Usai makan malam, Alim kembali mengajak korban pergi ke sebuah pondok dekat ladang ubi, Situjuah Limo Nagari, Payakumbuh. Mereka pun bermesraan. IPS tak mencurigai akal bulus Alim.

Di sebuah pondok, tersangka Alim dan korban saling berpelukan, bercumbu, bermesraan. Saat itu, tersangka lalu mengajak korban untuk berhubungan badan. Namun, korban menolak.

Karena nafsunya sudah di ubun-ubun, tersangka Alim berusaha membuka paksa celana korban.

Kencan romantis itu pun berubah mencekam. IPS berteriak saat celananya hendak dibuka paksa. Dia berharap, pertolongan datang. Nahas, teriakan IPS malah bikin Alim panik dan gelap mata.

Dia pun mencekik leher korban IPS, hingga tidak bernyawa lagi. Tersangka lalu menyetubuhi korban yang sudah tidak bernyawa.

Usai menuntaskan aksi bejatnya, Alim menggendong jasad IPS, dan mendudukan jasad IPS di semak-semak dekat pondok. Lalu, tersangka pergi meninggalkan TKP karena takut.

Alim kemudian menelepon kakak perempuannya. Dia mengakui perbuatannya dan minta dijemput. Namun sang kakak menolak.

Setelah itu Alim menelepon ayahnya dan menceritakan hal yang sama. Sang ayah menjemput Alim dan mengizinkan Alim tinggal dengannya.

Masih di malam yang sama, seorang warga yang melintasi pondok terkejut melihat tubuh IPS terbujur kaku. Warga pun melaporkan penemuan jasad ini ke polisi.

“Sesuai hasil autopsi dan visum korban, itu terdapat luka tak beraturan pada alat vital dan dubur korban, terdapat luka robek. Hasil visum menunjukkan korban mengalami kekerasan seksual, pemerkosaan,” jelas AKP Rosidi.

Hasil autopsi juga mengungkap IPS meninggal lantaran dicekik, karena terdapat penyumbatan di saluran pernafasannya. Dari hasil penyidikan, kecurigaan mengarah kepada Alim.

“Jadi penyidikan ini mengarah ke Alim, pacar korban. Tanggal 16 kemarin, kami tangkap tersangka di Bukittinggi. Tersangka warga asli Payakumbuh, tapi setelah membunuh korban, dia melarikan diri ke Bukittinggi,” beber AKP Rosidi.

AKP Rosidi menyampaikan, Alim mengaku hanya sekali menyetubuhi IPS usai mendapati kekasihnya sudah tak lagi bernyawa. Setelah itu, Alim langsung melarikan diri.

“Tersangka mengaku hanya sekali itu. Setelah itu dia kabur,” tutur Rosidi.

Rosidi mengatakan Alim dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan 285 KUHP tentang pemerkosaan. “Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.