AKHIRNYA !!! SALON special digrebek karena sering masuk pria …

oleh -4 views


 Sebuah tempat kecantikan atau salon, beroperasi layaknya salon pada umunya.

 

Namun di balik salon tersebut, ternyata juga memberikan layanan spesial, yakni para karywannya bisa melayani pelanggan pria yang mau memuaskan nafsu.

 

Mereka siap memberikan pelayanan berhubungan badan bagi pria hidung belang yang sudah tak tahan menahan birahi.

 

Namun salon mesum tersebut sudah tidak lagi beroperasi.

Para emak-emak yang tak nyaman sama keberadaan salon tersebut dibuat geram dan menggerebek lokasi itu.

 

Tempat maksiat itu berada di Kilometer 19,5 Pekan Labuhan Kota Medan.

 

Sementara penggerebekan oleh emak-emak itu berlangsung pada hari Minggu

Sejumlah pasangan bukan suami isteri terlihat didalam salon, bahkan adu mulut antar pekerja salon dengan warga terjadi saat penggerebekan.

 

Warga menduga salon Ratu Wijaya Tiktok milik Nora (35) tersebut dijadikan tempat maksiat dan meresahkan masyarakat.

 

Dari dalam salon yang masih berstatus sewa tersebut ditemukan 5 wanita dan 8 pria dewasa bukan suami istri.

 

 

Petugas kepolisian dari Polsek Medan Labuhan yang tiba ke lokasi meminta identitas penghuni salon dan mencoba meredam kemarahan warga.

 

Keributan sempat mewarnai penggerebekan tersebut salah seorang pekerja salon memaki warga sehingga membuat sejumlah emak-emak geram.

 

Saat penggerebekan, salah seorang lelaki dalam salon bahkan sempat mengaku-ngaku oknum polisi.

 

Namun petugas kepolisian mengatakan pemuda tersebut haya mengaku-ngaku dan bukan polisi.

 

Fatimah, warga setempat mengatakan sebelumnya sudah pernah memberi peringatan.

 

Menurut Fatimah, lokasi tersebut sudah sering dijadikan sebagai tempat kumpul kebo.

 

Saat dilakukan penggerebekan, Fatimah menyebut menemukan laki-laki dan perempuan yang bukan suami istri.

 

Bahkam termasuk bencong turut berada dalam salon tersebut.

 

Fatimah berharap, aksi maksiat di lokasi tersebut tidak terjadi lagi.

 

“Kami berharap mereka keluar dari sini,” kata Fatimah.

 

Aksi warga yang didominasi emak-emak ini reda, setelah pemilik salon menandatangani surat perjanjian tidak akan mengulangi perbuatannya.

 

Mereka meminta agar dalam waktu 3 hari, para terduga penjaja maksiat angkat kaki dari perkampungan warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *