This is your default message which you can use to announce a sale or discount.

Pria Berbuat Tidak Senonoh ke Penumpang Wanita di Bus Tujuan Tulungagung, Berkedok Setel AC

  • Bagikan

(Photo hanya ilustrasi) 

Seorang pria yang merupakan penumpang bus tujuan Tulungagung, Jawa Timur nekat memamerkan organ vitalnya ke penumpang wanita di dalam bus.

Pria berinisial BP (28) melakukan aksi tak senonoh itu saat berdiri dengan alasan menyetel AC bus di bangkunya.

Dikutip dari Surya.co.id pada Minggu (5/12/2021), pelaku BP diketahui asal Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek.

Sedangkan korban SJ berasal dari Merauke, Papua.

Kapolsek Tulungagung Kota, Kompol Rudi Poerwanto membeberkan kronologi kejadian.

Saat itu BP menaiki bus dari Kras, Kabupaten Kediri.

Sementara SJ ini sudah duduk di dalam bus yang sama.

Dalam perjalanan banyak penumpang yang turun.

Sehingga suasana dalam bus menjadi sepi dan hanya ada beberapa orang saja.

BP dan SJ kebetulan duduk berdekatan.

BP sempat berdiri untuk menyetel AC bus di bangkunya.

“Mereka duduknya berdekatan. BP sempat berdiri untuk menyetel AC bus di bangkunya,” terang Rudi, Minggu (5/12/2021).

Saat itulah aksi tak senonoh BP lakukan.

Ternyata diam-diam BP mengeluarkan alat vitalnya dan sengaja memamerkan kepada SJ.

SJ sempat menegur BP, namun dirinya tidak memedulikannya.

Akhirnya SJ memilih pindah tempat duduk ke depan, di dekat sopir.

SJ lantas menceritakan kejadian itu kepada sopir dan kondektur bus.

“SJ lalu menceritakan kejadian yang dialaminya kepada sopir dan kondektur bus,” ujarnya.

Tak terima penumpanya dilecehkan, awak bus mencecar BP.

Hingga BP mengakui perilakunya yang tidak sopan kepada SJ.

ara awak bus kemudian menyerahkan BP ke Polsek Tulungagung, yang tidak jauh dari Terminal Gayatri Tulungagung.

Perkara ini sempat dibawa ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Tulungagung.

Namun kemudian kasus ini dilimpahkan ke Polsek Tulungagung.

“Karena SJ selaku korban tidak mau melapor. Dia hanya mau BP dibuat jera, supaya tidak mengulangi perbuatannya,” ungkap Rudi.

Untuk sementara, BP dikenakan wajib lapor, sambil menunggu SJ membuat laporan resmi.

Namun jika SJ enggan membuat laporan polisi, maka kasus ini akan diselesaikan dengan mekanisme penyelesaian perkara di luar pengadilan.

“Karena SJ tidak melapor, kami tidak punya dasar untuk memproses kasusnya. Kami akan pertemukan, bagaimana solusi terbaiknya,” pungkas Rudi.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.