This is your default message which you can use to announce a sale or discount.

Viral..!! Kasus Hilangnya Saldo Nasabah Rp38,4 Juta, BRI Suruh Nasabahnya Hapus Postingan

  • Bagikan

Nasabah BRI yang saldo dalam tabungannya hilang Rp38,4 juta, Marsen Benediktus Sinaga, mengonfirmasi bahwa saldonya tersebut telah diganti oleh BRI, setelah kasusnya viral di media sosial dan menuai sorotan ribuan warganet.

Berikut status awal mula keluhan salah seorang nasabah yang Viral :

KERENTANAN sebagai NASABAH Bank

Saya kaget bercampur bingung saat tiba-tiba, pada Kamis, 24 November, sekitar pukul…

Dikirim oleh Marsen Sinaga pada Minggu, 28 November 2021

Marsen mengaku dihubungi oleh pejabat BRI yang menyampaikan bukti pengembalian uang tersebut.

“Saya tidak menyangka secepat itu. Sekitar pukul 10.30 pagi ini, pejabat dari BRI Cabang Yogya Jalan Cik Di Tiro menghubungi saya via whattsup call. Dia mengabari bahwa dana saya yang hilang sudah dikembalikan. Lalu, petugas CS mengirimi saya foto laporan transaksi di bawah ini,” tulisnya.

Berikut fakta lain usai penggantian saldo yang hilang tersebut.

1. BRI Minta Postingan yang Viral Dihapus

Marsen mengungkap bahwa pejabat BRI yang menghubunginya, memintanya untuk menghapus unggahan tentang kasus tersebut dari dinding media sosial.

Tak cuma itu, Marsen juga diminta untuk menyampaikan ucapan terima kasih kepada BRI Cabang Yogya di Jalan Cik Di Tiro karena respons yang cepat dalam menyelesaikan permasalahan yang ia hadapi.

“Gitu ajah, BRI? Tentu saya senang karena semua uang saya sudah kembali, di atas kertas. Saya masih harus membuka blokir atas kartu ATM saya untuk bisa ‘menyentuh’ uang itu,” tulisnya.

Menurut Marsen, unggahannya menjadi viral karena banyak orang mengalami dan punya perasaan kerentanan yang sama. Ia pun menegaskan bahwa apa yang ditulisnya tidak bermuatan hasutan sama sekali.

“Semua yang saya sampaikan tidak punya muatan hasutan apalagi berita bohong. Itu menjadi viral karena kecemasan yang sama dialami oleh begitu banyak orang. Yang saya alami bisa menimpa mereka kapanpun,” katanya.

2. Hak Korban Tak Terpenuhi

Marsen, yang kebetulan sedang mengikuti satu pelatihan tentang Hak Asasi Manusia dan Hak-Hak Korban saat kejadian ini terjadi, mengungkapkan bahwa ada empat aspek dari hak korban, yaitu hak atas kebenaran, hak atas keadilan, hak reparasi (pemulihan), dan hak untuk tidak berulang.

“Terkait kasus saya sebagai korban, tidak satupun dari 4 hak itu dipenuhi. Pertama, hak atas kebenaran. Saya perlu tahu kebenaran mengenai kasus saya. Apa yang sesungguhnya terjadi? Mengembalikan uang saya tidak memenuhi hak atas kebenaran ini,” ujarnya.

Perihal hak atas keadilan, Marsen merasa keadilan ditegakkan kalau BRI membeberkan seluruh proses yang mereka lakukan untuk mengungkap kasus ini, dan memberitahu siapa yang terlibat dan sebagainya.

“Ketiga, hak atas reparasi. Pengembalian uang tentu saja bisa dianggap sebagai pemulihan atas hak milik saya. Tetapi itu penafsiran yang menyederhanakan. Ada pekerjaan yang sudah saya batalkan karena kasus ini membuat saya kalut, sebab saya hanya diminta menunggu tanpa penjelasan langkah-langkah apa yang akan diambil oleh BRI,” kata Marsen.

3. Tidak Ada Jaminan Tidak Terulang Lagi

Mengenai hak tidak berulang lagi, menurut Marsen ini lebih parah. 

“Bahkan sesudah ada pemberitahuan bahwa dana sudah dikembalikan, saya masih diliputi ketakutan. Sebabnya, sewaktu-waktu hal yang sama bisa terjadi lagi pada rekening saya. Tidak ada kepastian tidak akan berulang. Ini terkait dengan kenyataan bahwa BRI tidak memberi informasi rinci dan lengkap mengenai apa yang sesungguhnya terjadi,” tulisnya.

Marsen pun merasa beruntung karena punya cukup banyak teman yang bekerja sebagai jurnalis, pengacara, dan yang cukup melek medsos, yang dengan sigap membuat kasus ini jadi viral. 

“Tapi saya membayangkan begitu banyak orang nasabah BRI yang akan bingung dan galau kalau mengalami kasus saya,” katanya.

Maka, alih-alih berterimakasih ke pejabat BRI yang menghubunginya tadi pagi, Marsen justru berterimakasih kepada teman-temannya yang ikut membuat kejadian ini viral di media sosial.

“Ini sebentuk people-power di jaman digital ini. Tapi, masak respons cepat tiap kali menunggu sesuatu menjadi viral? Ayolah, BRI..masak begitu saja,” ujarnya.

BRI sendiri sudah menanggapi kasus ini melalui Pemimpin Cabang BRI Yogyakarta Katamso, Rahmad Budi Sulistia.

Rahmad bilang, apa yang menimpa Marsen adalah tindak kejahatan skimming. Dan BRI telah mengganti kerugian Marsen.

“Ybs merupakan korban tindak kejahatan skimming, sehingga BRI telah melakukan penggantian atas kerugian nasabah tersebut,” ujar Rahmad.

Untuk memerangi kejahatan skimming, BRI, kata Rahmad, telah berkoordinasi dan bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk menangkap sindikat kejahatan skimming, di mana tidak hanya nasabah yang menjadi korban. 

BRI juga menghimbau nasabah agar lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi perb
ankan, rutin melakukan penggantian PIN kartu ATM, dan juga menjaga kerahasiaan data nasabah seperti nomor rekening tabungan, nomor kartu, nomor CVV kartu kredit, nomor OTP transaksi, dan sebagainya kepada pihak manapun, termasuk yang mengatasnamakan BRI. 

“Di samping itu, apabila mendapat notifikasi melalui sms/email atas transaksi yang tidak dilakukan, nasabah agar segera menghubungi Contact BRI 14017/1500017 untuk melakukan disable/pemblokiran kartu ATM. Apabila hendak menggunakan ATM perbankan di manapun, agar selalu memeriksa kondisi sekitar dan kewajaran dari mesin ATM tersebut. Input PIN anda sembari menutup dengan tangan untuk menjaga kerahasiaan,” ujar Rahmad.

Dan berikut update status terakhir dari pak marsen perihal dana yang telah dikembalikan 

Halo, BRI..

(KERENTANAN sebagai NASABAH Bank)

~update terakhir~

Halo, BRI..saya tidak menyangka secepat itu. Sekitar…

Dikirim oleh Marsen Sinaga pada Senin, 29 November 2021

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.