This is your default message which you can use to announce a sale or discount.

Kisah Inspiratif, Ibu Guru Ini Tetap Ikhlas Mengajar di Perbatasan Indonesia Meski Gaji 2 Tahun Belum Dibayar – Viralpedia

  • Bagikan


HotViral –

Mengabdi demi mencerdaskan anak bangsa kali ini tiba dari seseorang guru perempuan bernama Elin. Guru honorer berumur 28 tahun ini telah 5 tahun mengabdi di SMP Budi Luhur Sebakis, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Mirisnya, telah 2 tahun ini pendapatan Elin belum pula dibayar. Walaupun begitu, perihal ini tidak menyurutkan hasrat Elin buat senantiasa mengajar muridnya yang terdapat di wilayah perbatasan Indonesia- Malaysia ini.

Mengutip dari kompas. com, suami Elin Yudha, tadinya pernah mengeluhkan keadaan istrinya di media sosial. Walaupun telah mengabdi sepanjang 5 tahun, guru ini tidak sempat menerima pendapatan seperti guru honorer yang lain.

Terlebih dikala ini keadaan Elin lagi berbadan dua muda yang kerap buatnya pusing serta mual. Walaupun dapat dikatakan tidak menerima pendapatan yang layak, perihal ini tidak mengendurkan semangatnya buat mencerdaskan anak bangsa. Kasihan dengan Kondisi Murid

Dia cuma mau memandang kanak- kanak yang terletak di wilayah perbatasan ini terdidik serta mempunyai energi saing walaupun terletak dalam keterbatasan serta terkendala letak geografis.

Elin pula mengaku merasa kasihan pada mereka sebab nggal terdapat guru yang mengajar di sekolah itu walaupun sesungguhnya si suami kesekian kali menyarankannya menyudahi.

” Ia senantiasa bilang kasihan, kan tidak terdapat gurunya di sekolah ini, kebetulan rumah kami dekat sekolah,” kata Yudha ayang dikutip dari Kompas. 2 tahun belum lama ini, cuma tersisa 2 guru di SMP Budi Luhur ialah Elin serta si kepala sekolah, Sugeng. Kondisi sekolah tempat Elin mengajar ini pula dapat dikatakan memprihatinkan.

Langit- langit gedung banyak yang bolong, tiang penyangga lapuk, tembok gedung yang dibuat dari papan pula nampak rusak di sebagian bagian.

Sebab tenaga pendidik yang terbatas, sistem pendidikan di sekolah ini dicoba secara rapel. Elin hendak membagikan modul buat kelas VII, setelah itu dia berpindah ke kelas VIII. Perihal ini pula berlaku pada kelas IX. Mengajar sembari Kuliah

Tadinya, SMP Budi Luhur ini mempunyai 8 orang guru. Sebab terdapatnya permasalahan pembayaran, kesimpulannya mereka pindah.

Tidak cuma jadi guru, Elin dikala ini pula lagi menempuh pembelajaran di Sekolah Besar Ilmu Tarbiyah( STIT) Ibnu Khaldun, Pulau Sebatik.

Dikala dia tes ataupun terdapat aktivitas kampus, Elin umumnya wajib menginap seminggu di Pulau Sebatik serta otomatis sekolah hendak kosong sebab tidak terdapat yang mengajar.” Sembari tes ia buatkan modul, catat- catat serta dikirimkan ke muridnya, semacam itu terus,” ucap Yudha.

Memandang kondisi si istri, sesungguhnya Yudha merasa kasihan serta sempat menganjurkan Elin buat menyudahi mengajar saja. Walaupun begitu, dia tidak dapat memforsir si istri sebab baginya Elin seolah menciptakan dunianya dikala bersama anak didiknya.

Yudha cuma dapat menunjang tekad Elin dengan aktif berdagang. Duit itu yang dia pakai buat memadai kebutuhan serta bayaran kuliah istrinya.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.