This is your default message which you can use to announce a sale or discount.

Bikin Sedih, Nenek Muadah Hanya Andalkan Satu Pohon Sawo untuk Bertahan Hidup – Viralpedia

  • Bagikan


HotViral –

Pasti seluruh orang menginginkan menempuh masa tua dengan damai serta tercukupi. Sayangnya, tidak seluruh orang dapat merasakan perihal itu, tercantum salah seseorang lanjut usia asal Brebes bernama Muadah.

Nenek Muadah yang saat ini berumur 65 tahun, wajib hidup dalam keterbatasan ekonomi serta cuma mengandalkan satu tumbuhan sawo buat bertahan hidup. Miris banget, ya.

Dilansir dari Kompas, nenek Muadah sepanjang ini cuma tinggal sendiri di suatu rumah simpel. Buat bertahan hidup, dia cuma mengandalkan tumbuhan sawo yang terdapat di taman rumahnya.

Cuma saja, tumbuhan sawo itu dapat dipanen setahun sekali. Umumnya, nenek Muadah menjualnya dengan harga Rp. 800 ribu.

Pasti saja, duit itu sangat terbatas apalagi kurang buat mencukup kebutuhan hidupnya. Beruntung, dia masih mempunyai orang sebelah baik yang hirau dengan kondisinya sehingga bermacam kebutuhan tidak tidak sering diberikan oleh si orang sebelah.

Walaupun serba kekurangan, nenek Muadah mengaku sepanjang pandemi ini dia cuma menemukan dorongan sekali saja dari Pemkab Brebes sebesar Rp. 200 ribu.

” Sempat bisa dorongan sekal saja bulan April,” cerah si nenek yang dilansir dari Kompas.

Sehabis itu, sayangnya nama dia dicoret dari catatan penerima dorongan serta tidak lagi menemukan dorongan baik Program Keluarga Harapan( PKH) ataupun sejenisnya.

Nenek Muadah pula mengaku pernah merasa iri memandang tetangganya yang malah dikira lebih sanggup menemukan dorongan dari pemerintah sebaliknya dirinya tidak. Tetapi, dia cuma dapat berpasrah.

Nenek Muadah sendiri tinggal di Kelurahan Pasar Batang. Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Sedangkan itu, Plt. Kepala Dinas Sosial Brebes Masfuri menguak apabila sepanjang pandemi ini, Pemkab Brebes telah mengalokasikan anggaran buat bansos sebesar Rp. 33 miliyar.

Anggaran itu dialokasikan buat sasaran target sebanyak 55. 400 kepala keluarga yang kurang sanggup yang sepanjang ini belum menemukan dorongan dari pemerintaah pusat ataupun provinsi.

Walaupun begitu, Masfuri mengaku dari sasaran target 55. 400 KK, informasi yang masuk cuma sebesar 44. 929 KK. Ada pula alibi pencoretan informasi dari Muadah, baginya diprediksi sebab akibat dari penyesuaian informasi. Memanglah, terdapat penyesuaian informasi di sesi 3 dorongan dari Pemkab Brebes ini.

Buat lebih memastikannya, grupnya mengaku hendak melaksanakan pengecekan ulang terpaut dari informasi nenek Muadah serta hendak mengupayakan si nenek menemukan dorongan dari program yang lain. Perihal ini baginya sebab bansos terpaut pandemi telah berakhir.

Mudah- mudahan nenek Muadah dapat lekas menemukan dorongan ya. Mudah- mudahan sehat senantiasa ya buat nenek Muadah.



  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.