This is your default message which you can use to announce a sale or discount.

Berharta Triliunan, Bos JNE Mualaf Tetap Bersahabat dengan Anak ART & Umrah Bareng

  • Bagikan


Johari Zein masuk dalam jajaran pengusaha sukses di Indonesia. Perusahaan yang ia dirikan, JNE menghasilkan omzet bukan lagi di angka 9 digit per tahunnya, melainkan 12 digit alias sudah triliunan Rupiah.

Namun, ada satu kisah menarik yang membuat Johari tidak seperti pengusaha kaya raya pada umumnya. Meski sudah sukses, Johari tetap menjalin persahabatan dengan anak asisten rumah tangganya di masa kecil.

“Yanto itu seumuran, tapi kita sekolahnya berbeda. Saya bertemu dengan Yanto itu mungkin lebih banyak waktunya daripada di sekolah,” kata Johari Zein, dilansir YouTube Coach Yudi Chandra.

“Jadi artinya begini, ketika di sekolah saya mungkin di-bully di sekolah, tidak ada teman. Tapi ketika pulang sekolah, saya sangat gembira karena di rumah biasanya Yanto sudah menunggu. Dia teman saya di rumah.”

Pria 67 tahun itu mengenang, ia dan anak ART itu menghabiskan masa kecil yang indah. Sering bermain, memanjat pohon, hingga bermain layangan. Ketika dengan Yanto, Johari merasa lebih nyaman dan Yanto pula lah termasuk orang yang membelanya ketika menghadapi persoalan seperti bullying.

“Itulah makanya kita cukup dekat. Makanya sampai ketika kita berpisah, waktu saya pindah ke Jakarta. Sempat putus sebentar, tapi alhamdulillah setelah dicari-cari,” ucap ayah lima anak itu.

Setelah puluhan tahun berpisah, Johari berhasil menemukan sahabat masa kecilnya itu di Kampung Deli, Sumatra Utara. Di situ, keduanya merangkai kembali persahabatan itu sampai hari ini, Bunda.

“Medan itu kan salah satu kota yang kita punya cabang. Saya memang kebetulan ke sana untuk menelusuri masa lalu kita,” ungkap Johari.

Saat bertemu, mungkin kita menyangka Johari Zein bakal mengajak Yanto untuk bergabung ke perusahaannya. Faktanya tidak, Johari malah menghargai betul keahlian dan pekerjaan Yanto saat itu.
Diceritakan Johari, Yanto dahulu sempat menjadi sopir bus penumpang umum, dan di masa tuanya, ia bekerja di bengkel.

“Dia juga termasuk penarik mungkin kalau di Jakarta ini Metro Mini begitu ya. Tapi sekarang dia karena sudah usianya juga mungkin, sudah pensiun. Dia kerja di bengkel. Pekerjaannya ya itu. Jadi saya menghargai apa yang sudah lakukan,” kenangnya.

“Sampai hari ini yang jelas kita jadi bersahabat dengan anak cucunya juga jadi berkenalan.” Ketika bertemu pertama kali setelah berpisah puluhan tahun, ada satu momen yang begitu dikenang Johari bersama sahabatnya itu, Bunda. Johari mengajak umrah sang sahabat.

Mungkin Bunda agak terheran-heran dengan kerendahan dan kebesaran hati Johari Zein terhadap sahabatnya. Meski sudah menjadi sukses kaya raya dengan perusahaan yang menghasilkan triliunan Rupiah, Johari tetap tak pandang bulu bila berurusan dengan persahabatan.

“Buat saya, persahabatan itu tidak melihat mereka itu siapa ya. Dari dulu Yanto tuh memang anak dari pembantu ibu saya, tapi saya melihat dia sebagai sahabat,” kenang Johari Zein. “Bahkan dia sering sekali menjadi pembela saya gitu ketika menghadapi persoalan di masa kecil itu.”

Ketika berpisah dan akhirnya bertemu kembali, Johari sempat bertanya tentang kehidupan Yanto. Dari obrolannya yang panjang, Yanto mengaku belum bisa umrah. “Dan saya merasa mungkin waktu itu belum sanggup umrah gitu. Jadi saya tanya mau umrah enggak?” ucapnya.

“Dia bilang belum umrah, lalu saya ajak dia berangkat tuh. Bareng-bareng juga karyawan dari JNE karena ada programnya.”

Momen bersama sahabatnya itulah yang sering dikenang Johari, Bunda. “Barangkali itu salah satu yang saya sering kenang yaitu cukup berarti bagi kita yang beragama dan bisa menjalankan perjalanan ibadah,” ujarnya.

sumber : haibunda.com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.