5 Calon TKW di Malang Kabur, Loncat dari Lantai 4 Gedung

oleh -8 views


 

Malang: Lima calon Tenaga Kerja Wanita (TKW) mencoba kabur dari Balai Latihan Kerja (BLK) PT Central Karya Semesta (CKS) di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu malam, 2021. Para TKW tersebut melarikan diri dengan menjebol teralis di lantai 4 gedung dan turun bermodalkan tali dari potongan selimut. 

 

“Tentu saya mengecam ya bahwa setiap perbuatan apapun yang merugikan masyarakat dan, besok pagi Insyaallah saya akan langsung ke sana. Saya akan ke lokasi,” komentar Wali Kota Malang, Sutiaji, Jumat, 2021

 

Sutiaji mengatakan, BLK CKS adalah salah satu Perusahaan Penyalur Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) di Kota Malang. Bila ditemukan ada calon TKW yang mencoba kabur, ia menduga terdapat praktik yang tidak sesuai aturan pada PJTKI tersebut.

“Itu tidak mungkin kalau dia sudah sesuai dengan aturan-aturan yang sudah ada. Ketika itu (PJTKI) sudah izin, maka jelas itu sudah melanggar aturan dan seterusnya,” beber dia. 

 

Saat ini, Sutiaji mengaku belum mengetahui kronologi terkait kaburnya para calon TKW yang berasal dari Nusa Tenggara Barat (NTB) itu. Berdasarkan informasi yang dihimpun Medcom.id, para calon TKW tersebut sempat terjatuh saat mencoba melarikan diri.

 

Tiga orang mengalami luka-luka dan dua orang lainnya berhasil melarikan diri. Tiga calon TKW yang mendapat luka itu langsung dibawa warga ke RSUD Kota Malang untuk mendapat perawatan intensif.

 

“Makanya, besok saya akan langsung masuk ke sana. Kalau saya tidak berani bicara, tidak bisa menjustifikasi mana yang salah atau itu,” tutur Sutiaji. 

Namun, dari perilaku sudah ada keberanian itu, Sutiaji menilai ada hal-hal yang tidak sewajarnya yang diterapkan di sana.

 

Berdasarkan catatan Medcom.id, permasalahan yang terjadi di BLK CKS bukan hanya terjadi kali ini saja. Pada 2018 lalu, sebanyak 20 calon TKW asal NTB dikabarkan telantar di BLK CKS.

 

Tak hanya tenaga kerja dari NTB yang berada di penampungan, namun juga tenaga kerja dari daerah lain. Jumlahnya diperkirakan mencapai ratusan.

 

Sehari-harinya tenaga kerja mendapatkan perlakuan tak mengenakkan. Bahkan selama berada di penampungan, mereka tak mendapat informasi yang jelas soal pemberangkatan ke negara tujuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *