MIRIS!! Nenek 59 Tahun Diusir dan Diludahi Anak Kandung, Karena Sakit Stroke

oleh -0 views

 

Kasus pengusiran ibu yang dilakukan oleh anak kandung kembali terjadi.
Kali ini hal tersebut dialami oleh Sumarsih (59), yang sebelumnya tinggal bersama sang anak, menantu dan cucunya di daerah Bonorejo RT 04/ RW 17, Nusukan, Solo.

Kisah Sumarsih menjadi viral lantaran dibagikan di laman sosial media milik
Candy Christiana.

Dari unggahan Candy Christiana, diketahui jika Sumarsih telah diusir oleh sang anak dan menantunya.

Hingga akhirnya Sumarsih terpaksa tinggal di emperan atau teras sebuah rumah kosong di sekitar tempat tinggalnya.

Dikutip dari TribunSolo.com, Candy Christiana mengatakan Sumarsih sudah tinggal di tempat tersebut cukup lama.

“Ibu sepuh tadi sebenarnya sudah tinggal di sana (emperan rumah) berhari-hari atau mungkin beminggu-minggu karena anak dan menantu mengusirnya,” ucap Candy kepada TribunSolo.com, Rabu (4/04/2021).

Bahkan, diceritakan oleh Candy, Sumarsih sempat mengalami perlakuan kurang menyenangkan dari sang anak dan menantu.

Selain diludahi, pakaian Sumarsih bahkan dikencingi dan dilempari kerikil oleh para cucunya.

“Cucunya disuruh juga meludahi neneknya supaya segera pergi, kadang-kadang pakaiannya juga dikencingi,” terang Candy.

Candy mengetahui hal tersebut berdasarkan cerita yang didengar teman-temannya yang tinggal di daerah Bonorejo.

“Teman-teman di wedangan cerita, pakaiannya itu juga dikencingi sama cucunya, terus juga pernah dilempari batu-batu kecil,” tutur Candy.

“Pakaian-pakaiannya juga dibuang-buangi, ibunya pergi terus kembali lagi ke situ, pakaiannya dibuang lagi, balik lagi dibuang lagi,” lanjutnya.

Selain itu, diceritakan oleh Candy, untuk bertahan hidup, Sumarsih mengandalkan uluran tangan dari para tetangga.

Namun jika para tetangga ketahuan memberi makan, sang anak akan memarahinya.

“Penjual HIK, warung sate kere sampai kasihan sama ibu itu, kemudian sembunyi-sembunyi memberi makan, saat ketahuan anak dan menantunya dimarahi,” tandas Candy.

Kepedulian warga Bonorejo dibuktikan dengan inisiatif membawa Sumarsih ke tempat perawatan.

“Saya pergi ke Wedangan Dodo pukul 08.00 WIB, berbicara soal membawa Sumarsih ke sana, kemudian mereka sepakat membawa kesana,” ujar Candy kepada TribunSolo.com.

Sumarsih kemudian dijemput oleh tim dari Griya Palang Merah Indonesia (PMI) Peduli, Mojosongo, Solo.

Tim yang tiba di lokasi langsung memeriksa kesehatan dan menghibur Sumarsih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *