Kakak Tiri Rudapaksa Adik di Bawah Umur Berkali-kali sampai Hamil 8 Bulan

oleh -0 views


 

Siswi SMP berinisial SLS (13), asal Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi korban pemerkosaan kakak tirinya.

Kakak tiri berinisial RM (26), warga Desa Bilelando, Kecamatan Praya Timur tega merudapaksa adiknya yang masih di bawah umur.

Pelaku melakukan perbuatan bejatnya sejak Desember 2020.

“Perbuatan asusila itu dilakukan pelaku saat korban mengganti pakaian sepulang sekolah di kamarnya,” ungkap Kasat Reskrim, AKP I Putu Agus Indra P, dalam rilisnya, Jumat (21/5/2021).

Saat itu korban berusaha menolak untuk melakukan perbuatan tidak senonoh.

Tapi dia diancam hendak dibunuh jika tidak mau melayani.

Korban akhirnya bisa pasrah ketika pelaku menggerayangi tubuhnya.

“Korban saat itu berada dalam tekanan dan ancaman akan dibunuh dengan pisau jika menolak berhubungan badan,” kata Putu Agus Indra di kantornya.

Perbuatan amoral tersebut ternyata tidak hanya sekali dilakukan.

Dari hasil pemeriksaan pelaku melakukan aksi bejatnya hingga lima kali.

“Kejadian terakhir bulan April 2021. Korban diperkosa lagi di kamarnya. Modusnya masih sama, pelaku mengancam akan membunuh korban jika menolak,” bebernya.

Kasus tersebut kini ditangani Unit PPA Sat Reskrim Polres Lombok Tengah berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP / 200 / V / 2021 / NTB / Res Loteng, tanggal 16 Mei 2021.

Unit PPA Polres Lombok Tengah, lanjut Kasat Reskrim, kemudian melakukan visum et repertum terhadap korban di RSUD Praya.

Hasilnya korban hamil sekitar 8 bulan dan diperkirakan lahir tanggal 15 Juli 2021.

Selain memeriksa korban, aparat juga melakukan pemeriksaan terhadap pelaku dan dua orang yang dijadikan sebagai saksi yakni ibu korban dan paman korban.

Pelaku saat ini dalam pengamanan di Sat Reskrim Polres Lombok Tengah.

“Perkaranya sudah ditingkatkan ke tahap penyidikan,” ungkap Kasat Reskrim.

Dalam penanganan kasus tersebut, penyidik tidak mendapatkan hambatan dan akan segera melengkapi berkas untuk dilimpahkan ke pihak kejaksaan.

Atas perbuatannya, pelaku disangkakan melakukan tindak pidana persetubuhan terhadap anak.

Dia melanggar pasal 81 ayat ( 1 ) dan atau ayat ( 2 ) Jo pasal 76D UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *